Overload dan Mengganggu Lalu Lintas TPS Kali Sideng Akan Ditutup Permanen

Written by on 12 July 2018

Overload dan Mengganggu Lalu Lintas TPS Kali Sideng Akan Ditutup Permanen

Pemerintah Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar Kab. Wonosobo mengambil langkah tegas dalam menyikapi problem sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kali Sideng yang berada di wilayah setempat. Melubernya volume sampah hingga melebihi kapasitas TPS, yang akhirnya bahkan menggunung di bahu hingga badan jalan alternatif Kalikajar-Selomerto, dan menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas, membuat pihak kelurahan memutuskan untuk menutupnya secara permanen. Hal itu dipastikan oleh Lurah Kalikajar Wilis Puji Astuti, saat ditemui di tengah acara Bakti Sosial Linmas Peduli Sampah, di TPS Kali Sideng,  Kamis (12/7).

Sebagai langkah awal menuju penutupan secara permanen tersebut, Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban,  Sugiantoro menjelaskan, pihaknya menggandeng unsur satuan Linmas Kelurahan Kalikajar, untuk mengamankan jalan dari tumpukan sampah yang menggunung. “Sementara ini kami meratakan dulu sampah yang ada di TPS, serta membersihkan tumpukan sampah di bahu jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan,” jelas Sugiantoro. Setelah diratakan, Toro menegaskan pihaknya selaku pemangku kewenangan di wilayah tersebut, akan menutup TPS agar tidak ada lagi yang membuang sampah di lokasi itu. Larangan bagi siapapun untuk membuang sampah menurutnya akan dipasang di pintu TPS, setelah selesai bakti sosial.

Kebijakan untuk tidak lagi memperpanjang fungsi TPS berkapasitas 400 meter kubik itu, diakui Toro menjadi keputusan demi kemaslahatan semua pihak. Selama ini, pengguna TPS tersebut beranggapan bahwa lokasi itu merupakan tempat Pembuangan sampah akhir (TPSA), sehingga kebanyakan yang membuang sampah justru bukan warga Kalikajar. “Larangan membuang sampah di salah satu Sungai di wilayah Sapuran beberapa waktu lalu bahkan akhirnya menambah volume sampah di TPS ini secara signifikan,” bebernya lebih lanjut. Hal itu diperparah dengan tidak adanya kepedulian dari para pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten ketika pihaknya mengajukan permohonan bantuan untuk penanganan sampah. “Keluhan warga masuk terus ke kami, bahkan saat hujan turun sampah menimbulkan kecelakaan pengguna jalan alternatif ini,” tuturnya.

Akhirnya, melalui kesepakatan bersama pihak pemerintah kelurahan dengan satuan linmas, Toro mengambil keputusan untuk mengatasi problem persampahan tersebut secara komprehensif. Tidak hanya membersihkan sampah, keputusan bersama itu juga menghasilkan kesepakatan dengan pihak satlinmas, terkait masa depan TPS setelah tidak lagi menjadi tempat Pembuangan sampah.

“Linmas nantinya kami berikan kewenangan untuk mengelola bekas TPS agar dimanfaatkan sebagai tempat pembenihan tanaman keras atau bahkan mungkin peternakan,” terangnya. Sementara, pihaknya akan menganggarkan dana penanganan sampah di TPS Kali Sedeng ke pihak ketiga di anggaran perubahan 2018. Di masa mendatang, semua sampah di Kelurahan Kalikajar menurut Lurah Wilis Puji Astuti bakal diserahkan pengelolaannya ke RT dan RW, sebelum kemudian dikirim ke TPSA Wonorejo. (Ham)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Continue reading

Previous post

Jumat


Pesona FM Wonosobo

Pesona FM Wonosobo

Current track
TITLE
ARTIST