DAMPAK RATUSAN TON BANGKAI IKAN DIKUBURKAN, CAIRAN MINYAK MUNCUL DI SEKITAR WADUK

Written by on 3 August 2019

DAMPAK RATUSAN TON BANGKAI IKAN DIKUBURKAN, CAIRAN MINYAK MUNCUL DI SEKITAR WADUK

Fenomena upwelling yang terjadi di area Desa Sumberejo Kecamatan Wadaslintang, membuat ratusan ton ikan nila ditangkaran Keramba Jaring Apung atau KJA mabuk dan mati. Ratusan bangkai ikan yang telah mati tersebut, sudah dikuburkan di dekat Waduk. Namun hal tersebut memunculkan masalah baru, yakni munculnya minyak ikan yang menimbulkan pencemaran air di sekitar Waduk Wadaslintang.

Diketahui kematian ikan diduga akibat perubahan iklim yang ekstrem. Pada kemarau kali ini, volume air di Waduk sangat menyusut. Hal tersebut mempengaruhi suhu di dalam air sehingga dengan volume ikan yang sama, menimbulkan upwelling atau naiknya racun gas amonia dari dasar waduk yang berasal dari sedimen atau tumpukan sisa pakan dari budidaya ikan, sehingga O2 yang dibutuhkan ikan menjadi langka dan menimbulkan kematian massal terhadap populasi ikan tersebut.

Saat ditinjau ke lokasi oleh tim Radio Pesona, terlihat banyaknya cairan minyak yang mengapung di sekitar pinggiran Waduk. Diduga cairan minyak tersebut berasal dari bangkai ikan yang dikubur.

Menurut salah satu petani ikan keramba di Desa Sumberejo, Rudiyanto, sebelum ikan di keramba mati, sebenarnya sudah ada dua tanda, diantaranya kepala ikan sudah muncul ke permukaan air untuk mencari oksigen dan ikan tidak mau makan. Kerugian yang dialami dari ribuan ikan nila miliknya yang mati tersebut pun tidak sedikit pasalnya ditaksir puluhan juta rupiah. Tak hanya cuaca ekstrem, menurut Rudiyanto, cairan minyak yang mengapung juga akan menyebabkan kematian ikan yang ada di Waduk, karena tertutupnya permukaan air oleh minyak membuat ikan kesulitan mencari oksigen. (Ris)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Pesona FM Wonosobo

Pesona FM Wonosobo

Current track
TITLE
ARTIST